Minggu, 15 November 2015

Uji Adrenalin di Tebing Parang yang Garang





Sebagai orang yang senang dengan kegiatan outdoor & adventure (Meskipun masih takut kecoak), kalo diajak rock climbing pasti lah tergoda, tanpa diseret-seret untuk ikut, pasti gw mengajukan diri untuk ikutan. Emang berani? “Ya kudu berani lah!” Kata gw dalem hati *kemudian keringet dingin*
Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did so. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.
-Mark Twain-
Nah, setelah menemukan kata-kata ini, udah ga punya alasan deh buat nolak menaklukan gunung parang, 963 mdpl.

*14 Nov 2015*
Gw dan teman2, total 12 orang akhirnya berangkat dari Jakarta ke Purwakarta selepas Subuh. Dengan berbekal doa dan keyakinan hati bahwa hari ini kita akan menaklukan rasa takut. Hampir mirip rombongan tim sepakbola yang mau tanding sih ya.
Hampir sepanjang jalan basah kena sisa hujan deras semalaman. Semoga tebing nya gak licin!
Gunung Parang terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kec. Tegalwaru, Purwakarta. Hanya perlu berkendara sekitar 3-4 jam dari Jakarta. Gunung parang adalah sebuah tebing dengan ketinggian 963 mdpl yang sekarang dijadikan “arena bermain” bagi para rock climber” . Disana kami dipandu dengan tim via ferrata untuk proses pendakan dengan safety tools  yang lengkap. So, you don’t worry guys! Selain dipandu tim yang terpercaya, peralatan yang lengkap, ternyata tebing parang ini sudah dilengkapi jalur berupa tangga dari besi “U” sebagai pijakan. Jadi kalian tinggal ikutin tangga itu untuk bisa sampai ke atas, ga perlu bayangin kalian bakal nemplok di batu dengan gaya spiderman sampe puncak parang ya, hehehe.








 


                  Maaf ini senyum palsu, karena sesungguhnya gemeteran difoto dengan pose ini